Senin, 01 Februari 2016

IPW: Bentrok OKP, Polisi di Medan Tak Punya Wibawa

“Dari kronologis yang ada, kami melihat bentrokan ini terjadi akibat aparat kepolisian membiarkan salah satu kelompok OKP melakukan konvoi tanpa ada pengawalan aparat keamanan. Padahal semua orang di Sumut tahu persis bahwa antara Pemuda Pancasila (PP) dan Ikatan Pemuda Karya (IPK) itu musuh bebuyutan yang bertikai sejak lama. Tapi kenapa Kapolresta Medan dan Kapolda Sumut membiarkan salah satu OKP itu konvoi tanpa pengawalan aparat,” ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, kepada Waspada Online, Minggu (31/1).
Yang menjadi pertanyaan, kata Neta, apakah pihak kepolisian tidak tahu jika OKP itu akan bergerak. Lalu di mana intelijen kepolisian dan apa kerja mereka jika tidak mampu mendeteksi manuver yang akan dilakukan OKP tersebut?
Padahal konvoi itu melibatkan 160 orang, 10 mobil, dan 60 sepeda motor serta mulai bergerak pukul 15.15 WIB dari kawasan Jalan Krakatau menuju Jalan Pelajar.
Konvoi ini juga melintas di Jalan Thamrin di dekat markas PP. Di sinilah terjadi bentrokan hingga gelombang massa terpecah ke Jalan Asia, Jalan Sutrisno, Jalan Pandu, Jalan Semarang, dan Jalan Surabaya.
Sejumlah mobil dihancurkan dan sepeda motor dibakar. Ironisnya tidak ada polisi yang mengendalikan situasi, padahal kekacauan ini terjadi di pusat bisnis Kota Medan. Kantor MPW PP Sumut diserang dan dilempar bom molotov hingga terbakar. Setelah situasi kacau, baru terlihat Waka Polda Sumut, Brigjen Adhi P, turun ke lokasi.
“Kedua OKP itu memang sering bentrokan, tapi tidak sebesar itu, meski demikian tetap saja meresahkan masyarkat. Kasus ini menjadi gambaran tidak amannya Kota Medan, apalagi jika setiap kali terjadi bentrokan terjadi kerusakan. Akibatnya, investor dan wisatawan pun takut datang. Sangat disayangkan bentrokan demi bentrokan dibiarkan terjadi. Sepertinya Kapolresta Medan maupun Kapolda Sumut tidak mampu mengendalikan kedua OKP ini,” jelas Neta.
Masih kata Neta, bentrokan antar-OKP yang terus terjadi menunjukkan Kapolresta dan Kapolda tidak punya wibawa. Seharusnya mereka mampu bertindak tegas menyapu bersih oknum-oknum OKP yang menjadi biang bentrokan.
“Karena Kapolresta Medan dan Kapolda Sumut tidak punya wibawa dan tidak mampu mengendalikan situasi, Kapolri harus segera mencopot keduanya dan mengganti dengan perwira yang mampu menjaga Kamtibmas Kota Medan agar tercipta situasi kondusif.,” ujar Neta lagi.
“Apalagi, Kapolri Jenderal Badroeddin Haiti pernah menjadi Kapolda Sumut dan tentu tahu persis kelemahan Kapolresta Medan dan Kapolda Sumut, hingga bentrokan PP dan IPK terjadi dan membuat dua orang tewas dan sejumlah lainnya luka, dua sepeda motor dibakar dan tiga mobil dirusak