Sabtu, 30 Januari 2016

3 Wisata Malam di Bandung, Antara Peninggalan Sejarah dan Tempat Berkumpulnya Para Arwah

Cerita pagi Kalau kamu sedang melintas di Kota Bandung, tempat wisata apa sih yang paling kamu suka untuk kamu kunjungi? Banyak tempat wisata di Bandung yang bisa kamu nikmati. Dari mulai curug cantik yang sungguh menyegarkan, makanan dan pusat perbelanjaan yang bikin kenyang, hingga taman-taman dan museum yang mengasyikan, ada semua. Tapi, pernah nggak sih kamu kepikiran buat wisata malam di kota yang ditukangi Kang Emil–panggilan akrab Ridwan Kamil, Walikota Bandung–ini?
Kali ini Hipwee pengin ajak kamu buat wisata horor di kota Bandung. Khususnya wisata ke gedung dan bangunan yang tentunya bikin kamu tergoda untuk menguji seberapa besar nyalimu itu. Ihhh serem! Berani nggak?

1. Gedung Sate yang menjadi ikon kota Bandung ini ternyata punya kisah misterius tersendiri. Cobalah wisata malam ke gedung ini!

 Siapa sih yang tahu Gedung Sate di Bandung? Gedung yang sangat mencolok mata ini tentulah sering kamu lewati tiap kali ke Bandung. Gedung ini memang menjadi bukti sejarah peninggalan Belanda. Dengan struktur bangunan kuno nan elegan, ternyata gedung ini nggak selamanya nyaman loh buat kamu kunjungidimalam hari! Ya, kalau kamu tertarik sih, nggak masalah. Nah, berikut kejadian yang kerap dialami oleh mereka yang pernah melintas dan berkunjung di daerah sini.
Gedung Sate ini ternyata nggak dijaga oleh manusia aja. Meski sudah ada dua-tiga penjaga malam di pos jaga, ternyata mereka juga punya teman yang ikut menjaga dari alamyang berbeda. Adalah kakek berkepala botak dengan jenggot putih menjuntai ke dada, yang turut menjaga bangunan tua ini. Penjaga malam Gedung Sate ini pernah mengaku bahwa keberadaan kakek ini bukan bualan belaka. Pada periode 2000-an, Kakek ini mengejutkan para penjaga di pos jaga dengan mengetuk-ketuk kaca pos. Penjaga yang tengah siaga, spontan terkejut dengan ulah si Kakek ini. Dia langsung keluar untuk memeriksa keadaan, sekadar ingin menawarkan pertolongan. Alih-alih bisa berbicara dengan si Kakek tersebut, penjaga itu hanya menemui derik suara jangkrik dan hembusan angin yang mencekam. Pengakuan berikutnya datang dari ruang sub-humas. Kakek misterius itu juga kerap mendatangi ruang sub-humas, mungkin beliau hanya ingin ‘say hello‘? Atau sekedar ajakan minum bersama.
Masih berada di luar gedung, para penjaga yang lainnya pernah menuturkan kesaksiannya atas makhluk tak kasat mata yang sering mondar-mandir di halaman depan gedung.Di depan gedung ini, terdapat sebuah tugu yang terbuat dari sebongkah batu dengan tulisan seperti ini:
“Dalam mempertahankan Gedung Sate terhadap serangan pasukan Gurkha tanggal 3 Desember 1945, tujuh pemuda gugur dan dikubur oleh pihak musuh di halam ini. Bulan Agustus 1952 ditemukan jenazah Suhodo, Didi, dan Muchtarudin, yang dimakamkan kembali di Taman Makam Pahlawan Cikutra. Jenazah Rana, Subengat, Surjono, dan Susilo tetap berada di sini.”
Tuh kan ada 3 yang tertinggal. Makkkk…
Konon katanya, sosok yang mereka lihat adalah beberapa pemuda dengan setelan jadul yang suka berjalan-jalan di halaman depan gedung ini ketika malam menyerang. Eng ing eng…
Beralih ke halaman belakang gedung ketika malam telah larut, kamu hanya akan melihat kabut pekat yang entah dari mana asalnya. Seperti ada yang sedang membakar sampah di halaman belakang gedung ini. Tapi jangan salah, perhatikan baik-baik! Dulu, ketika belum banyak lampu jalanan seperti sekarang ini, malam di belakang Gedung Sate hanyalah kegelapan dan dingin angin malam yang menusuk tulang. Dari pekatnya kabut itu, samar-samar kamu akan melihat sekompi tentara atau pasukan yang nggak pernah kamu temui sebelumnya. Entah itu tentara Belanda atau Jepang, entahlah. Masih menurut penjaga gedung, pasukan itu seperti sedang latihan baris-berbaris. Dan kasat mata, tentunya. Kalau kamu mau membuktikannya, ada baiknya kamu segera mengunjungi gedung yang terletak di Jalan Diponegoro Nomor 22, Bandung ini.

2. Gereja dan rumah tua di Pasteur yang dicengkeram seekor gurita raksasa. Denting bel misterius yang bisa memecahkan malammu ketika melintasinya.

Patung itu sebenarnya dipakai buat tendon air, di dalam kepalanya ada wadah untuk menampung air, kata Afnizar, ketua RT di wilayah tersebut, 
Konon katanya, rumah ini milik Bapak Frans, seorang Batak yang memang memiliki jiwa seni yang tinggi. Disarikan dari berbagai sumber, patung gurita yang menempel di atap rumahnya itu karya anak-anak ITB dulunya. Juga kartu-kartu domino yang melekat di dinding rumah bagian depan. Kini rumah itu hanya dijaga oleh ibu-ibu paruh baya seorang diri. Sementara Pak Frans lebih sering ke Jakarta, singgah ke rumahnya yang juga banyak terdapat patung-patung unik.
Ada kejadian unik beberapa tahun lalu, ketika seseorang mendatangi rumah ini dan menemui Pak Afnizar. Untuk apa? Alibinya sih cuma pengin beribadah di gereja itu. Heeh. Kayak nggak ada gereja lain saja, ya. Selain itu, ada yang mengatakan bahwa nggak jarang mendengar denting bel dari dalam rumah itu saat tengah malam. Namun, ketika kamu mencoba untuk melihat ke sana, siapa yang memukul genta, kamu hanya akan menemui angin malam yang menusuk. Tak ada siapa-siapa.
Serem deh…

3. Bandung Medical Center, rumkit dengan relief tokoh di dinding bangunan dan tangis seorang bayi yang bikin berdebar!

Pada gedung ini tertulissebuah larangan untuk memasuki bangunan tua ini, tepatnya di lantai dasar pada ruang bersalin dan operasi. Bukankarena alasan kamu nggak bawa BPJS, tapi di ruangan itu kerap kali terjadi kesurupan. Makanya, si penjaga melarang siapa pun buat masuk. Tapisekarang sudah ada kebijakan, kamu harus bayar lima ribu rupiah untuk menjelajahi rumah sakit ini.
Bangunan yang terletak di jalan H. Wasid Bandung ini memang seolah melambaikan tangannya untuk orang-orang agar mengunjunginya. Hal yang membuat rumkit ini tampak horor adalah relief yang menempel di dinding bangunannya. Warna cat yang sudah luntur dan nggak terurus, membuat relief-relief manusia yang sedang berpose setengah badan itu terlihat mengerikan.
Konon, BMC yang sudah ditutup sejak tahun 1997 ini dihuni oleh arwah-arwah pasien yang nggak tertolongnyawanya. Warga setempat mengaku sering mendengar suara tangis bayi dan sosok wanita di tengah malam yang bisamemacu adrenalin. Kamu berani? Mungkin kamu akan ikut menangis bila mendengar tangis bayi. Kalau di rumah sakit ini, nggak tahu deh, kamu akan menangis haru atau menangis karena ketakutan karena pekik tangis seorang bayi.
Oek oek oek. Hiiiii!